Lotek, karedok, dan rujak Bandung adalah tiga sajian salad khas Sunda berbumbu kacang yang wajib dicoba kalau sedang liburan ke Bandung. Sekilas mirip, tapi beda: lotek pakai sayuran yang direbus setengah matang, karedok full sayuran mentah segar, sementara rujak Sunda tampil dalam versi rujak buah maupun rujak banci yang asam-manis-pedas. Berikut warung-warung legendaris yang masih konsisten menjaga resep dan cita rasa aslinya sejak puluhan tahun lalu.
Rekomendasi Lotek, Karedok & Rujak Legendaris di Bandung
1. Lotek Tjihapit Tiga Generasi Sejak 1969
Lotek Tjihapit mulai berjualan pada 1969 di Pasar Cihapit sebelum pindah ke Gang Cihapit setahun kemudian. Kini warung ini diteruskan oleh generasi ketiga keluarga pendiri, dengan pemilik bernama Nandar yang meneruskan resep warisan neneknya lewat ibunya sendiri.
Keunikan Lotek Tjihapit ada di konsistensi rasa yang dijaga lebih dari lima dekade, sebab bumbu kacangnya diulek langsung begitu ada pesanan menggunakan bahan-bahan segar pilihan. Selain lotek, menu lain yang bisa dicoba di sini antara lain rujak ulek, soto Bandung, ayam bakar, hingga sayur asem yang bergilir sebagai menu harian.
- Lokasi: Jl. Mataram No. 2, Cihapit, Bandung
- Harga: Mulai dari Rp25.000 per porsi
- Jam buka: 08.00 - 16.00 WIB setiap hari
Artikel Lainnya: 7 Restoran Sunda Legendaris di Bandung, Wajib Dicoba
2. Lotek Kalipah Apo 42 Legendaris Sejak 1953
Warung ini didirikan sejak 1953 oleh seorang ibu rumahan yang mengulek bumbu kacang dengan tangan di cobek besar demi menjaga kualitas rasa. Meski sudah turun ke generasi berikutnya, karakter rasanya tetap dipertahankan, dan bangunan kolonial aslinya masih bisa dilihat dari luar meski interiornya kini sudah diperluas dengan keramik putih.
Lotek Kalipah Apo 42 dikenal lewat saus kacangnya yang kental dan kaya rasa, lengkap dengan pilihan sayuran yang bisa disesuaikan sendiri. Selain lotek, warung ini juga menyajikan rujak banci, perpaduan rujak buah dan asinan sayur, serta beragam pilihan bubur manis. Warung ini bahkan pernah menerima Anugerah Budaya Kota Bandung pada 2021.
- Lokasi: Jl. Kalipah Apo No. 42, Astanaanyar, Bandung
- Harga: Sekitar Rp22.000 per porsi
- Jam buka: Rabu - Senin, 09.00 - 16.30 WIB (tutup setiap Selasa)
3. Warung Lotek Macan Legendaris Sejak 1956
Warung Lotek Macan sudah berjualan sejak 1956 di Jalan Macan dan menjadi salah satu lotek legendaris yang juga terkenal lewat kolak buatan sendiri, terutama saat bulan Ramadan ketika antreannya mengular.
Selain lotek dengan bumbu kacang gurih, warung ini juga punya menu pendamping seperti kupat tahu, nasi rames, dan pepes ayam, sampai kolak candil dan kolak campur yang tersedia sepanjang tahun, bukan hanya saat puasa. Cocok untuk makan siang santai bersama keluarga.
- Lokasi: Jl. Macan No. 1, Burangrang, Lengkong, Bandung
- Harga: Mulai dari Rp15.000 per porsi
- Jam buka: 09.30 - 16.30 WIB setiap hari
Artikel Lainnya: 6 Warung Legendaris Generasi Ketiga di Bandung yang Masih Buka
4. Warung Nasi Ibu Imas Karedok Leunca Legendaris Sejak 1980
Warung Nasi Ibu Imas dirintis pada 1980 oleh H. Atang dan Hj. Roswati, awalnya hanya berjualan menggunakan gerobak sebelum akhirnya berkembang menjadi beberapa cabang di sepanjang Jalan Balonggede. Warung ini disebut-sebut menghabiskan ratusan kilogram nasi dan ribuan ekor ayam setiap harinya.
Menu yang paling dicari di sini adalah karedok leunca yang segar dan pedas, biasanya disantap berdampingan dengan ayam goreng sambal dadak serta jukut goreng (selada air goreng bumbu rahasia). Karena larisnya, menu-menu ini kerap ludes sebelum jam tutup.
- Lokasi: Jl. Balonggede No. 48, Regol, Bandung (tersedia beberapa cabang lain di jalan yang sama)
- Harga: Sekitar Rp20.000 - Rp30.000 per porsi
- Jam buka: 07.00 - 19.00 WIB setiap hari
Tips Menikmati Lotek, Karedok & Rujak di Bandung
- Datang pagi atau sebelum jam makan siang karena bumbu kacang dan sayuran segar di warung legendaris ini sering ludes lebih awal.
- Sampaikan tingkat kepedasan sesuai selera, karena sambal kacang lotek, karedok, dan rujak Sunda biasanya sudah dibuat pedas sedang hingga nampol.
- Pesan tambahan lontong, ketupat, atau nasi supaya lebih kenyang, karena porsi lotek dan karedok cenderung ringan.
- Siapkan uang tunai secukupnya sebab sebagian warung legendaris ini belum menyediakan pembayaran nontunai.
- Cicipi juga menu pendamping seperti rujak banci, kolak, atau ayam goreng sambal dadak yang biasanya jadi andalan kedua warung-warung ini.
- Hindari jam makan siang di akhir pekan kalau tidak suka mengantre, karena warung-warung ini biasanya penuh saat weekend.
Artikel Lainnya: 5 Kuliner Korea Hits di Bandung yang Wajib Dicoba
FAQApa perbedaan lotek, karedok, dan rujak Sunda?Lotek memakai sayuran yang direbus atau setengah matang, karedok memakai sayuran mentah segar, sedangkan rujak Sunda umumnya berupa rujak buah atau rujak banci yang mengombinasikan buah dan sayur dengan sambal asam-manis. Di mana lotek paling legendaris di Bandung?Lotek Tjihapit di Jalan Mataram dan Lotek Kalipah Apo 42 di Jalan Kalipah Apo termasuk yang paling legendaris karena sudah berjualan sejak 1950-1960an dan resepnya diwariskan lintas generasi. Berapa kisaran harga lotek dan karedok di Bandung?Kisaran harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 sampai Rp30.000 per porsi tergantung warung dan tambahan menu seperti ayam goreng. Apakah warung lotek dan karedok legendaris ini buka setiap hari?Sebagian besar buka setiap hari, namun ada juga yang libur di hari tertentu seperti Lotek Kalipah Apo yang tutup setiap Selasa, jadi sebaiknya cek dulu sebelum berkunjung. |
Setelah puas berburu lotek, karedok, dan rujak Sunda legendaris di Bandung, saatnya cari tempat menginap yang nyaman untuk beristirahat bersama keluarga atau teman. Yuk, segera booking villa pilihan Anda di sewavillabdg.com sebelum tanggal favorit Anda penuh!
